Tel: (0361) 723969    Email: sekr-btikk@bppt.go.id

HASIL KEGIATAN TA. 2014

 

. Kegiatan Pemurnian dan Penyediaan Bahan Baku Keramik untuk IKM,

program Pengkajian, Penerapan Dan PelayananTeknologi Keramik Seni TA 2014 adalah sebagai berikut :

 

· Rekomendasi I:

Bahan baku keramik berupa massa raga stoneware putih berbasis lempung kalblend yang cocok untuk dibentuk dengan teknik putar dan telah memenuhi standar yang disyaratkan (SNI 15-1327-1989) untuk IKM keramik.

 

Massa raga yang dihasilkan ini berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh UPT PSTKP Bali telah memenuhi syarat yang distandarkan, yaitu setelah dibakar pada suhu 1280oC akan mempunyai nilai peresapan air (PA) kurang dari 5 %, nilai susut jumlah kurang dari 15 %, dan mempunyai keplastisan yang cukup tinggi.

Nilai peresapan air (PA) massa raga stoneware warna berkode BNK 3 telah kurang dari 5 % (4,2 sampai dengan 4,6 %) dan nilai keporian semu telah kurang dari 8,5 %. Massa ini belum dapat memenuhi standar ASTM C373-88 (2006) dimana massa raga disebut stoneware jika nilai PA-nya telah kurang dari 3 %, akan tetapi telah dapat memenuhi standar SNI 15-1327-1989 dimana massa raga disebut stoneware jika nilai PA-nya telah kurang dari 5 %. Nilai yang diuji adalah PA dari massa badan keramik sedangkan nilai PA produk belum dilakukan pengujian mengingat keterbatasan peralatan yang dimiliki oleh UPT PSTKP Bali. Standar untuk produk, khususnya peralatan makan minum dituangkan dalam SNI 7275:2008 yang berjudul Keramik Berglasir Tableware Alat Makan dan Minum.Pada standar ini, keramik berglasir disyaratkan harus mempunyai nilai PA maksimal 1 %.Pada SNI 15-1327-1989, badan keramik tidak diglasir sedangkan pada SNI 7275:2008 badan keramik telah diglasir sehingga lebih tertutup (tidak menyerap air).

bata uji2014
Gambar

Percobaan pembuatan benda uji massa raga stoneware putih berbasis lempung Kalblend.

 

 

 

HASIL KEGIATAN TA. 2012

 

1. Produk yang dihasilkan dari Pemurnian dan penyediaan bahan baku keramik untuk IKM, TA 2012 adalah sebagai berikut ;

  • Rekomendasi bahan baku keramik berupa massa raga stoneware putih berbasis lempung kalblend dan memenuhi standar yang disyaratkan untuk IKM keramik

kalblend


  • Formula massa glasir yang mempunyai suhu matang tinggi (diatas 1250oC).

suhu 250

 


  • Formula massa glasir yang mempunyai suhu matang sedang (di atas 1180oC).

suhu 1180

 

 

  • Prototipe/purwarupa yang telah dibuat dengan menggunakan bahan baku stoneware putih yang telah dikembangkan

prototype

 

2. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Peningkatan Teknologi Proses Produksi untuk IKM, TA 2012 adalah sebagai berikut;

  • Pilot Project pembuatan bata interlocking, dan paving serta penggunaan dalam pembuatan ruko percontohan di Tabanan, Bali

interlocking

 

 

3. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Kegiatan Pembinaan industri Kecil Keramik, TA 2012 adalah sebagai berikut;

  • Pemanfaatan limbah batu alam sebagai loster, hiasan dan ornamen, untuk pembuatan loster digunakan cetakan dari bahan karet silicon (silicon rubber)

siliconrub

 

 

 

HASIL KEGIATAN TA. 2013

 

1. Pemurnian dan Penyediaan bahan Baku Kermik untuk IKM.

Hasil Kegiatan :

  • Survei
  • Perekayasaan Bahan Baku Keramik dengan Bahan Lokal Bojonegoro

- Uji tanah Rendeng
- Pembuatan paperclay dengan lempung hutan Rendeng, Bojonegoro

- Pembuatan massa raga stoneware warna dengan lempung Luwihaji, Bojonegoro

  • Penerapan dekorasi lukis sederhana pada gerabah Luwihaji
  • Pelaksanaan Pembinaan Pengembangan Dekorasi Gerabah di Luwihaji, Bojonegoro

 

Pembuatan Paperclay

  1. Paperclay digunakan untuk menjadikan daerah binaan sebagai daerah wisata keramik, bukan sekedar sentra keramik
  2. Paperclay :
  • Peralatan Bahan baku mudah didapatkan, tersedia melimpah dan berharga murah
  • Proses produksi cukup sederhana
  • Peralatan cukup sederhana dengan biaya investasi dan proses cukup murah
  • Tidak terlalu menuntut skill pekerja
  • Produk beragam
  • Harga bahan baku mahal, dapat sebagai produk ½ jadi
  • Belum banyak pemain di sektor ini
  • Potensi menjadi cinderamata
  • Potensi untuk menjadi bahan kursusan

prclay

 

Pembuatan massa stoneware warna berbasis lempung Luwihaji, Bojonegoro

  • Meningkatkan jumlah ragam produk
  • Meningkatkan kualitas produk desa Luwihaji
  • Meningkatkan pangsa pasar produk

luwihaji

Penerapan Dekorasi Lukis Pada Gerabah Luwihaji

  • Meningkatkan nilai seni/estetis produk
  • Meningkatkan nilai jual
  • Meningkatkan luas pangsa pasar yang dapat dimasukinya

dekor

Perlaksanaan Pembinaan

  • Tanggal 25 – 26 Juni 2013
  • Lokasi desa Luwihaji, Bojonegoro
  • Peserta 60 orang

Pembuatan massa stoneware putih berbasis lempung Kalimantan

  • Pembentukan yang disarankan teknik putar
  • Dapat memenuhi kebutuhan bahan baku perajin/IKM keramik Denpasar dan sekitarnya
  • Meningkatkan kualitas produk (massa raga keramik stoneware)
  • Nilai keekonomian Rp. 3.500 – 4.000/kg


Pembuatan massa stoneware putih berbasis lempung Kalimantan

  • Pembentukan yang disarankan teknik cetak tuang
  • Dapat memenuhi kebutuhan bahan baku perajin/IKM keramik Denpasar dan sekitarnya
  • Meningkatkan kualitas produk (massa raga keramik stoneware)
  • Nilai keekonomian Rp. 3.500 – 4.000/kg

Pembuatan massa porselen berbasis lempung Kalimantan

  • Dapat dibentuk dengan teknik putar atau cetak cor
  • Dari nilai peresapan air, massa telah memenuhi standar SNI sebagai :

stoneware (suhu bakar 1200oC) dengan PA < 5 %

porselen (suhu bakar 1250oC) dengan PA < 0,5 %

  • Warna bakar :

Putih pada suhu bakar 1200oC

Kelabu pada suhu bakar 1250oC

  • Nilai keekonomian Rp. 4.500 – 5.000/kg

Pembuatan massa porselen lempung Kalimantan

  • Sifat derajat putih belum memenuhi standar (min. 70 diukur dengan digital whiteness meter)

Bahan mentah adalah bahan stoneware

Tanpa preparasi bahan mentah untuk mengurangi kandungan besi

Tanpa perlakukan pada bahan baku untuk mengurangi kadar besi (tidak ada MFF yang memadai)

Tidak dimilikinya tungku untuk pembakaran reduksi

Kendala

  • Sangat minimnya peralatan yang dimiliki

Peralatan uji bahan mentah/baku

Petalatan uji produk

Peralatan proses produksi, khususnya keramik untuk keperluan khusus


Contoh Kendala pada Uji Lempung Ketileng

  • Memerlukan waktu uji yang lama
  • Hasil lebih ke perkiraan
  • Memerlukan referensi yang cukup
  • Kesan kuno

Contoh Kendala pada Uji Lempung Ketileng

Ball clay

Bentonit

2. Pilot Project Teknologi Proses Produksi untuk IKM/Unit usaha keramik seni ramah lingkungan

Hasil yang diperoleh dari dilaksanakannya kegiatan PeningkatanTeknologi Proses Produksi untuk IKM program Pengkajian, Penerapan dan Pelayanan Teknologi Keramik Seni TA 2013 ini adalah sebagai berikut :

a. Satu unit Pilot Project proses produksi Bata Ringan CLC (Celluar lightweight Concrete) dengan fasilitas produksi berupa mixer, foam generator, cetakan bata dll dengan kapasitas produksi 5 m3 per hari.

b. Beberapa sampel bata ringan dengan bahan baku flyash, pasir dan semen.

c. Pelatihan dan sosialiasi pembuatan dan penggunaan bata ringan CLC.

d. Hasil Survey Potensi Fly Ash dan Bottom ash dari Limbah Pabrik Pengolahan Ikan di sekitaran Jembrana sebagai bahan baku Bata Ringan.


bata ringan

 

3. Pelaksanaan Pembinaan Industri Kecil Keramik

Hasil Kegiatan :

  • Bahan-bahan baku (beton atau batu alam buatan)
  • Cetakan yang cocok dengan produk yang akan dibuat

Silikon rubber

Gips

kayu

  • Proses pencetakan sesuai dengan dengan produk yang akan dibuat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
       
         
         
                 
                 
                 
           
                 
                 
           
           
           
           
           
       
 
                   

Statistik Pengunjung

4.png0.png2.png8.png4.png
Today45
Yesterday73
This week189
This month708
Total40284

Hubungi Kami

Jl. By Pass Ngurah Rai, Suwung Kauh, Tanah Kilap
Denpasar Selatan - Bali Indonesia

Tel: (0361)-723969

Fax: (0361)-723867

Web: btikk.bppt.go.id